BLANTERWISDOM101

BALADA 4G TELKOMSEL DI JAYAPURA

Sabtu, 30 Juli 2016

Sepertinya baru 2 bulan yang lalu Telkomsel meluncurkan koneksi 4G di Jayapura. Tahun ini memang hampir semua kota besar di Papua seperti Sorong, Jayapura, Merauke, Timika, dan Biak telah terjangkau kabel fiber optik yang memungkinkan untuk menyediakan koneksi 4G bagi pelanggannya. Masyarakat berbondong-bondong antri menukarkan kartu lamanya ke kartu yang support 4G walaupun Hpnya bukan HP 4G.

Sejak terkoneksi dengan fiber optik pada awal 2015 yang lalu, koneksi internet di Jayapura mengalami perbaikan drastis. Indihome masuk ke Jayapura. Di beberapa titik terdapat hotspot Wifi ID. Masyarakat ramai berinternet ria di titik hotspot berWifiID. Pun dengan kafe-kafe yang makin ramai karena orang berlama-lama internetan. Dulu yang download paling hanya dapat speed 20-30 KBps, sekarang bisa dapat speed di atas 500 KBps. Intinya masyarakat Jayapura sudah siap menghadapi dunia luar karena koneksi internet yang bagus.

Saya pun gembira. Walaupun penempatan di Jayapura, selama internet bagus saya masih serasa berada di Jakarta. Bisa menjalankan bisnis tiket dengan lancar jaya. Proses pembelian tiket promo yang mengandalkan kecepatan internet pun bisa dengan lancar saya pesankan. Bahkan speed internet di Jayapura seringkali saya rasa lebih cepat dibandingkan dengan Jakarta. Streaming youtube dan video lainnya tidak pernah buffering.

Pada pertengahan Ramadhan kemarin saya sudah mulai meninggalkan Jayapura karena ada kegiatan di Jakarta. Ditambah dengan libur lebaran 2 minggu dan 1 minggu setelahnya masih di Jakarta. Dalam 2 bulan terakhir saya sepertinya hanya 7 hari kerja masuk kantor, lebih sering berada di luar Papua. Saya baru menginjakkan kaki di Jayapura pada hari senin 25 Juli kemarin.

Sebelumnya, menjelang lebaran saya dengar kalau internet di Jayapura mengalami gangguan karena (lagi-lagi) kabel optik putus di daerah Sarmi, kabupaten tetangga. Ini sudah ke-3 kalinya kabel optik putus di daerah situ. Saya pikir internet down tapi masih bisa buat internetan walaupun lemot, seperti 2x kejadian serupa sebelumnya. Namun ternyata saya salah besar.

Landing di Jayapura senin kemarin saya tidak bisa buka internet sama sekali. Antrian puluhan message whatsapp terpending. Jangankan download gambar di whatsapp, kirim message whatsapp bisa pending 1-2 jam. Buka web google, gak bisa sama sekali. Time out terus. Padahal senin kemarin hari pertama promo Final Call AirAsia. Otomatis saya tidak bisa mesenin tiket. Kerugian potensial puluhan juta pun berada di depan mata. Untung saja konek si internet di Kantor lumayan untuk bisa browsing walaupun mengalami penurunan kecepatan drastis. Tapi ini masih mending dibandingkan dengan koneksi telkomsel yang sama sekali tidak bisa buat membuka web apapun. Kabar buruknya adalah keadaan seperti ini diperkirakan akan berlangsung sampai pertengahan atau akhir agustus.

Saya kemudian bertanya, bagaimana telkomsel membuat crisis management system. Bagaimana mungkin BUMN sebesar telkomsel bisa tidak mempunyai rencana cadangan apabila koneksi kabel optiknya tidak berjalan normal. Dulu sebelum kabel optik masuk, internetan telkomsel masih bisa stabil dan download di angka 20-30 KBps. Sekarang sama sekali tidak bisa buat apa-apa. kejadian serupa yang pernah terjadi 2x sebelumnya tidak separah ini, masih bisa browsing walaupun harus nunggu waktu subuh. Sekarang, subuhpun tidak bisa buka web apapun.

Lebih parahnya, akses internet kantor sebagai satu-satunya jembatan saya untuk melihat dunia maya saat ini mengeblok akses ke medsos seperti Facebook, instagram, dan medsos lainnya. Inilah sebabnya saya tidak pernah buka facebook sejak senin kemarin.

Inilah akibatnya bila suatu daerah dimonopoli dan tidak ada kompetitor. Memang ada Indosat, jaringan telponnya cukup luas. Tapi untuk jaringan internet, belum ada 3G, bahkan edge pun hanya di 1-2 tower. Lainnya hanya koneksi GPRS. Ya, indosat tidak mempunyai 3G di Papua. Harus ada insentif dari pemerintah agar indosat dapat menyediakan koneksi 3G.

Kenapa telkomsel bisa jadi sekampret ini? Konon katanya, dulu yang koneksi internet telkomsel pakai satelit, sekarang sejak adanya fiber optik, infrastruktur satelitnya dicopot hampir semua kanal, sehingga ketika jaringan internet optik tidak bisa berjalan maka otomatis tidak ada jaringan backup yang bisa digunakan.

Ironis memang. Padahal saya bulan ini membayar tagihan kartu Halo nomor pribadi hampir 500ribu. Sementara kartu indosat saya hanya saya isi pulsa 25ribu sebulan. Sepertinya sekali lagi saya harus menggunakan kata Telkompreeeet. Sudah menggunakan tarif zonasi yang sangat njelimet, terus tidak bisa menjaga kualitasnya lagi. Poor you telkompreeet !!!

NB : Ini saya sedang di Merauke sehingga bisa buka facebook. hhehe. Harus ngungsi ke kota sebelah agar dapat internet.
Share This :

0 Comments