BLANTERWISDOM101

SULITNYA MENCARI MASJID DI MILAN

Rabu, 06 Juli 2016

Ransel ini sungguh sangat terasa berat. Walaupun sudah ditekan sedemikian rupa agar cukup untuk membawa pakaian dan makanan emergency selama 16 hari, tp kok rasanya ransel saya di milan tambah berat...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setelah sehari sebelumnya saya di Paris sempat mengunjungi masjid sentral paris yang sangat megah, malamnya saya melakukan perjalanan darat Paris-Milan menggunakan MegaBus. Walaupun 14 jam, tetap saja saya pilih moda ini. Pertama, saya dapat harga promo bus hanya 4 euro, kedua memang agar menghemat biaya hotel yang sangat mahal karena summer.

Awalnya buat itinerary ini karena yakin lebaran akan jatuh pada hari Rabu 6 Juli. Memang di paris, sholat ied diadakan tanggal 6 juli. Tapi saya dapat kabar kalau di Italia lebaran tanggal 5 juli. Padahal bis yang saya tumpangi tiba di kota milan jam 10.45, otomatis nggak akan bisa ikut sholat ied di milan.

Tujuan utama ke milan sebenarnya cuma ingin ikut tour giuseppe meazza dan nengunjungi museumnya. Jiwa internisti sudah tertanam sejak kecil walaupun jiwa slemania lebih mendominasi. Hhe. Memang sleman itu milano kecil, stadionnya mirip, suporternya apa lagi. Curva sud. Hhe.

Tapi kekecewaan saya tidak bisa ikut sholat ied bertambah. Setelah berjalan cukup jauh dari stasiun metro san siro, ternyata museum dan tournya hari ini tutup karena ada konser musik grup band gak jelas. Terlihat par fans pada buka baju ambil antrian di tengah panasnya pelataran stadium. Bukan hanya fans cowok, fans ceweknya pun banyak yg buka baju karena kepanasan. Hhehehe.

Setelah mengelilingi Piazza del Duomo dan sekitarnya serta nyobain tram di milan, saya masih punya waktu 4 jam sebelum kereta ke venezia saya berangkat. Akhirnya untuk mengobati kekecewaan di milan, seperti kebiasaan di semua kota yg dikunjungi, saya mencari masjid di milan. Selain ingin sholat disana, saya ingin memastikan apakah idul fitri di milan jatuh tanggal 5.

Saya coba cari di google, malah ketemu berita-berita negatif penolakan warga dan pemerintah pembangunan masjid di kota milan. Saya cari di google map terdapat beberapa masjid tapi tulisannya closed. Haduuh. Akhirnya ketemu masjid di segrate. Masalahnya itu daerah sudah agak jauh keluar kota dan bukan wilayah urban zone dimana daily tiket saya bisa digunakan.

Tapi saya coba nekat kesana. Selain naik metro(mrt), untuk menuju masjid itu harus naik bis. Benar saja dugaan saya, bis itu menurunkan penumpang hanya di batas urban-sub urban area.


Jarak masjid masih 2,5km lagi. Di google map jalan kaki perlu 30 menit. Sebenarnya itu jarak yg tidak terlalu jauh kalau tidak menggunakan ransel backpack. Tapi karena ransel saya bawa dan beratnya sktr 10kg ditambah tas kecil 1kg, sepertinya berat sekali. Apalagi saya tidak pernah olahraga dalam beberapa bulan terakhir.

Akhirnya setelah 45 menit jalan, sampai juga ke masjid itu. Namanya Masjid Al Rahman. Kebetulan lagi saya sampai masjid pukul 6 sore dimana adzan ashar berkumandang. Masuk ke pelataran hati saya senang, sebab itu bukan hanya sekedar masjid tapi benar-benar menjadi centre of islam. Saya lihat anak-anak kecil sedang diajar TPA, anak yang agak besar umur kelas 4 sd - smp diajar di ruang berbeda. Yang anak sma lagi bermain futsal dihalaman belakang. Sementara bapak-bapaknya sedang berdiskusi di ruang tengah.

Saya diajak dengan ramah oleh anak umur 12an tahun untuk ikut sholat ashar berjamaah. Untuk ukuran masjid yang jauh dari tengah kota, lumayan banyak jamaahnya. Ada sekitar 50an orang yg ikut berjamaah. Selesai berjamaah saya sedikit berbincang dengan.salah satu jamaah, ternyata memang benar di italia hampir semua masjid sholat ied tadi pagi alias tanggal 5 juli.

Yaah, akhirnya rekor saya yang selalu ikut sholat ied selama 24 tahun (dikurangi masa sebelum pubertas) terpecahkan. Untuk kali pertama saya tidak ikut sholat ied. Padahal salah satu tujuan saya eurotrip di libur lebaran adalah merasakan lebaran di negeri orang. Ternyata tujuan itu tidak tercapai.
Tapi masalah baru muncul. Berapa kali saya harus "nyaur" puasa saya? Saya berada di italia tanggal 5-6 juli dan mereka berhari raya tgl 5 juli. Sementara prancis, jerman, inggris, dan indonesia menetapkan 1 syawal tanggal 6 juli. Apakah saya harus ikut mengakhiribramadhan tanggal 4 atau 5 juli? Hal ini sepertinya pantas dikonsultasikan......

Tidak lupa di hari yang suci ini saya dan keluarga turut mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1437H, semoga amal ibadah kita selama bulan puasa diterima di sisi Nya dan memperoleh kemenangan di hari yang fitri ini. Taqabalallahu mina waminkum, mohon maaf lahir dan batin.
Share This :

0 Comments