BLANTERWISDOM101

DARI PERTIKETAN KE PERSAPIAN

Minggu, 13 November 2016

Sejak memutuskan berhenti bisnis impor tablet china pada 2012 lalu, saya mulai mencari peluang penghasilan tambahan. Kebetulan waktu itu Airasia memperkenalkan promo tiket pakai point loyalti. Singkat cerita, saya berhasil mendapatkan poin cukup banyak dan mulai jualan di Kaskus.

Sepengetahuan saya, pada waktu itu belum ada orang lain yang jualan tiket promo airasia pakai point. Bisa dibilang saya adalah angkatan pertama, atau mungkin pionir dari jualan tiket murah sistem ini.
Airasia lebih sering mengeluarkan promo point ini mulai awal tahun 2015. Konsekuensinya, penghasilan sampingan saya bertambah. Alhamdulillah sejak tahun 2015 sampai sekarang, saya telah memesankan setidaknya 3.000 kode booking, dengan rata-rata 3 penumpang per kode booking. Berarti lebih dari 9.000 orang pernah terbang pake tiket saya .

Sesuai ilmu semut, dimana ada gula pasti banyak semut. Semakin lama bisnis tiket pakai point ini makin banyak pendatang baru. Reseller saya semakin berkurang dan buyer semakin sedikit. Bukan hanya itu, saya yang dulu dalam beberapa waktu menikmati profit yang lumayan, karena bersaing ya mau tidak mau harus menurunkan margin signifikan. Tidak hanya margin, jumlah order pun juga menurun. Saya merasa sudah cukup berbisnis tiket, saatnya fokus ke bisnis lain. Walaupun begitu, alhamdulillah saya sudah merasa cukup dan bersyukur bisa masuk di bisnis pertiketan airasia pada awal-awal dulu. Dan Alhamdulillah tabungan saya sudah cukup buat nikah #eehh.

Sama seperti kebanyakan teman seangkatan, yang juga sama-sama menabung, mulai berfikir untuk investasi. Mayoritas teman-teman mengalihkan uangnya dari tabungan bank ke instrumen-instrumen finansial seperti saham, reksadana, ato sukuk. Entah kenapa saya sama sekali tidak tertarik. Tahun lalu sempat bikin akun di salah satu broker saham terkenal,tapi sampe saat ini belum pernah sekalipun rekening itu terisi duit. Saya bukannya anti investasi saham atau reksadana, tapi kok saya pengen berinvestasi yang lebih riil.

Gara-gara ditunjuk jadi panitia kurban idul adha kemarin, saya jadi kepengen bisnis sapi. Perhitungan untungnya masuk akal, dan risiko yang dihadapi juga relatif dapat diminimalisir. Kebetulan kenal dengan orang yg bisa dipercaya untuk bisnis ini. Lokasinya di Arso, Kabupaten Keerom, Papua. Yaa, saya memulai bisnis di Papua. Bagaimana kalau nanti (baca:sebentar lagi) dimutasi ke daerah lain ? Insya Allah tidak apa-apa karena saya sudah percaya dengan teman ini, dan juga saya merekrut pengawas agar saya tetap bisa mengawasi dari jarak jauh.



Untuk tahap awal, saya tidak invest banyak-banyak. Sementara cukup 20 sapi dulu, ditambah 2 sapi limosin. Siklus bisnisnya, di bulan ini beli anakan umur 1 tahun lebih, dibesarkan dan digemukkan, lalu dijual menjelang idul qurban tahun depan.

Saya memang baru belajar ilmu persapian. Bila ini berjalan mulus, saya berencana untuk beternak juga di Jawa. Memang sih, profit yang didapat tidak sebesar bisnis tiket. Tapi setidaknya bisnis ini lebih riil dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Kalau saat ini baru dimulai dari 20 sapi, Insyaallah, 5 tahun kedepan saya targetkan 500 ekor sapi. Semoga dimudahkan. Amin.

Jayapura, 13 November 2016
Share This :

0 Comments