BLANTERWISDOM101

SIMPAN FOTO DI AWAN ATAU DI HARDISK ?

Minggu, 11 Oktober 2020

 



Apakah Anda menganggap foto sebagai kenangan yang seharusnya tidak dibuang begitu saja ? Atau Anda anggap foto-foto yang berseliweran di handphone sebagai sampah yang tidak perlu dibuang ? 

Sewaktu kita kecil, keberadaan foto masih langka. Coba cari foto masa kecil Anda, apa punya banyak foto yang memperlihatkan kita tumbuh dari bayi sampai dewasa ? Saya yakin hanya sedikit yang punya. Kalaupun Anda punya banyak koleksi foto masa kecil, beruntunglah karena orangtua Anda cukup “concern” terhadap foto. 

Teknologi terus tumbuh. Dari kamera analog, berubah menjadi kamera digital. Dari kamera besar menjadi kamera handphone. Dari awalnya disimpan di memory card, sampai harus disimpan di hardisk. Dari sebelumnya foto tiap minggu, menjadi foto muncul tiap detik. 

Coba Anda hitung, ada berapa foto baru yang ada di handphone dalam seminggu ini. Mungkin Anda merasa tidak pernah mengambil foto lewat kamera handphone. Tapi, berapa banyak foto dan video yang muncul dari whatsapp ?

Apakah foto-foto itu sampah dan tidak perlu disimpan ? Ya, mayoritas foto-foto itu tidak berguna dan hanya perlu dilihat sekali saja. Tapi, diantaranya, pasti ada foto yang kita juga ingin simpan. Mungkin karena ada kenangan, amunisi buat ngisengin teman di masa depan, atau kita anggap suatu saat ingin kita lihat lagi. 
=========================================================================

Saya cukup telat menyadari untuk menyimpan foto-foto penting dan punya memori. Saya baru mulai menyimpan dan meng”organize” foto sejak kuliah, itupun zaman pertengahan kuliah. Saya mulai menyimpan dengan cukup rapi foto-foto traveling. Baru foto traveling saja karena waktu itu hanya foto itu yang saya anggap penting.

Ketika foto-foto itu mulai banyak, saya beli hardisk external. 1 TB. Kurang. Saya beli lagi 1 TB lagi. Sampai akhirnya punya 3 hardisk.

Kebutuhan storage semakin meningkat ketika kita melebarkan definisi foto penting yang perlu disimpan. Tidak hanya foto, tapi juga video. Banyak video bagus dan penting yang kita rasa perlu disimpan.

=========================================================================

Saya masih enjoy untuk simpan foto dan video di hardisk. Bila foto terlalu besar, saya resize dulu pakai software Fastone Photo Resizer. Ringan dan gratis. Foto yang dihasilkan 90% sama kualitasnya dengan size yang berkurang sampai 80%. Dari 5 MB-an menjadi 1 MB-an.

Sampai suatu ketika, beberapa bulan lalu, hardisk saya yang satu tiba-tiba bermasalah. Tidak bisa dibuka sama sekali. Dicolok ke laptop bisa nyala, tapi tidak dengan isinya. Padahal hardisk yang satu ini menyimpan foto pernikahan, foto honeymoon, dan foto-foto lain antara 2017-2019.

Saya sudah cari berbagai cara untuk memulihkannya. Tetap belum bisa membuka file di hardisk itu. Baru minggu lalu saya akhirnya memutuskan untuk membawa ke tukang recovery hardisk. Tidak ada jaminan foto-foto saya itu bisa dipulihkan. Sampai sekarang belum ada kabarnya apakah bisa direcovery atau tidak.

Kejadian itu membuat saya sadar. Apakah lebih aman menyimpan foto video di hardisk sendiri? Atau di cloud (awan) ?

<bersambung…>

 

Share This :

0 Comments